Skip to main content

LIDAH BUAYA (Aloe Vera)


Ketersediaan di Kebun Toga STIKES Al-Fatah : Tersedia

 

Klasifikasi Lidah Buaya :

Menurut Hapsoh (2008), klasifikasi dari Lidah Buaya (Aloe vera) adalah sebagai berikut :

·       Kingdom : Plantae (Tumbuhan)

·       Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

·       Superdivisi: Spermatophyta

·       Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

·       Kelas: Liliopsida (Monokotil)

·       Ordo: Asparagales

·       Famili: Asphodelaceae

·       Genus: Aloe

·       Spesies: Aloe vera (L.) Burm. F.

Habitat Lidah Buaya :

Tanaman Lidah Buaya (Aloe vera) merupakan tanaman sukulen yang tumbuh subur di daerah beriklim tropis dan subtropis dengan intensitas sinar matahari yang cukup. Tanaman ini menyukai lingkungan hangat dan kering dengan drainase tanah yang baik seperti tanah berpasir atau berbatu, serta tahan kekeringan. Di habitat aslinya sering tumbuh liar di gurun dan daerah tandus di Afrika, Madagaskar, dan Semenanjung Arab (Hapsoh, 2011).

Kandungan Lidah Buaya :

Lidah Buaya (Aloe vera) mengandung sekitar 99% air dalam gelnya, dengan sisanya terdiri dari vitamin seperti A, C, E, B-kompleks, asam folat, mineral esensial (kalsium, magnesium, kalium, zat besi, seng), enzim pencernaan (amilase, lipase, katalase), asam amino esensial (glycine, arginine, threonine), serta senyawa bioaktif seperti polisakarida (mannose-6-fosfat), flavonoid (kaempferol, quercetin), antrakuinon (aloin, emodin), polifenol, saponin, dan lignin (Primaya Hospital, 2024).

Khasiat dan Kegunaan :

·        Sakit kepala karena dingin: diparut untuk diborehkan pada tengkuk

·        Perut mulas: 3 ruas lidah buaya dicuci, diparut dan diperas, air perasan kasih garam sedikit diminum 3 kali sehari 1 sendok teh

·        Luka bakar dan luka kulit: oleskan gel lidah buaya segar langsung pada luka

·        Kulit kering dan jerawat: gunakan gel sebagai masker wajah

·        Sembelit: minum jus lidah buaya 1-2 sendok makan pagi hari

·        Meredakan Nyeri Otot dan Sendi: Buat pasta dari gel lidah buaya segar, oleskan pada area nyeri 20-30 menit

·        Meredakan Gejala Asma: Rebus daun lidah buaya, minum air rebusan 2 kali sehari

·        Menurunkan Kolesterol: Konsumsi jus lidah buaya setiap pagi

·        Mengurangi Mual dan Muntah: Minum jus lidah buaya hangat seteguk demi seteguk

·        Mengontrol Kadar Gula Darah pada Diabetes: Minum jus lidah buaya 1 kali sehari

·        Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh: Konsumsi gel lidah buaya 2-3 kali seminggu (Halodoc, 2025).

Bentuk Hasil Olahan Lidah Buaya

Lidah Buaya dapat diolah dalam berbagai bentuk untuk memaksimalkan penggunaannya sebagai obat dan suplemen kesehatan. Berikut adalah beberapa bentuk hasil olahan Lidah Buaya yang umum digunakan:

·        Jus Lidah Buaya: Gel dijus untuk minuman kesehatan pencernaan dan detoks

·        Gel Lidah Buaya: Gel segar langsung untuk perawatan kulit dan luka

·        Serbuk Lidah Buaya: Daun dikeringkan dan digiling untuk suplemen

·        Ekstrak Lidah Buaya: Ekstrak untuk produk farmasi dan kosmetik

·        Minyak Atsiri Lidah Buaya: Untuk aromaterapi dan pijat

·        Tablet atau Kapsul: Suplemen harian untuk kesehatan umum

·        Krim atau Salep: Untuk pengobatan kulit dan luka bakar

·        Masker Wajah: Campuran gel untuk perawatan kecantikan

Dirangkum Oleh : Dinda Riska Anggraini

Sumber Referensi :

Hapsoh. (2008). Klasifikasi dan Identifikasi Lidah Buaya (Aloe vera). Universitas Sumatera Utara, Medan.

Hapsoh. (2011). Kajian Habitat Tanaman Lidah Buaya untuk Meningkatkan Produktivitas. Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Prasetyo, R. (2016). Kandungan Kimia dan Manfaat Lidah Buaya (Aloe vera) dalam Pengobatan Tradisional. Jurnal Obat Tradisional Indonesia, 12(3), 34-42.

Halodoc. (2025). Ini 11 Manfaat Lidah Buaya untuk Kesehatan Tubuh. https://www.halodoc.com/artikel/ini-11-manfaat-lidah-buaya-untuk-kesehatan-tubuh.

Primaya Hospital. (2024). Manfaat Lidah Buaya, Kandungan, dan Efek Sampingnya. https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/lidah-buaya/.

Popular posts from this blog

Daun Sirih Hijau ( Piper betle L )

Ketersediaan di Kebun Toga STIKES Al-Fatah : Tersedia Klasifikasi klasifikasi sirih (Piper bettle L.) adalah sebagai berikut : Regnum : Plantae Divisio : Spermatophyta Sub Divisio : Angiospermae Classis : Dicotyledoneae Ordo : Piperales Familia : Piperaceae Genus : Piper Species : Piper bettle L. Habitat Habitat daun sirih hijau (Piper betle) adalah di daerah tropis dengan kondisi sebagai berikut: Terletak di ketinggian 200–1.000 meter di atas permukaan laut (dpl)  Memiliki curah hujan 2.250–4.750 mm per tahun  Tumbuh di tanah yang lembab dan kaya akan zat organik  Terlindung dari cahaya matahari langsung dan angin. Kandungan Menurut Hutapea (2000), senyawa  metabolit sekunder yang dihasilkan oleh tanaman sirih berupa saponin,  flavonoid, polifenol dan minyak atsiri triterpenoid, minyak atsiri (yang  terdiri atas khavikol, chavibetol, karvakrol, eugenol, monoterpena, estragol), seskuiterpen, gula, dan pati. Khasiat dan Kegunaan Sirih ber...

TANAMAN KENCUR (Kaempferia galanga L.)

Pengenalan Kencur ( Kaempferia galanga L .) adalah tanaman rempah yang telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Termasuk dalam keluarga Zingiberaceae (jahe-jahean), tanaman ini dikenal dengan aroma khas dan manfaat kesehatan yang luar biasa. Dalam berbagai tradisi pengobatan, kencur digunakan sebagai herbal yang berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit. Selain itu, jenis tanaman ini termasuk dalam kelompok empon-empon atau tanaman obat yang berasal dari suku temu-temuan (Zingiberaceae). Kandungan minyak atsiri dan alkaloid dalam rimpang atau rizomanya menjadikannya bermanfaat sebagai stimulan. Di Malaysia, tanaman ini dikenal dengan nama cekur, sementara di Thailand disebut pro hom. Dalam literatur berbahasa Inggris, sering terjadi kesalahan penyebutan dengan menyamakan kencur sebagai lesser galangal (Alpinia officinarum) atau zedoary (temu putih), padahal keduanya merupakan spesies berbeda dan tidak dapat saling menggantikan sebagai rempah. Kencu...

Jahe Merah ( Zingiber officinale var. Rubrum )

Ketersediaan di Kebun Toga STIKES Al-Fatah : Tersedia Klasifikasi Jahe Merah : Menurut Hapsoh (2008), klasifikasi dari Jahe Merah (Zingiber officinale var. Rubrum) adalah sebagai berikut : Kingdom : Plantae Divisi : Spermatophyta Subdivisi : Angiospermae Kelas : Monocotyledonae Ordo : Zingiberales Famili : Zingiberaceae Genus : Zingiber Spesies : Zingiber officinale var. Rubrum Habitat Jahe Merah : Jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) tumbuh pada daerah tropis dengan ketinggian tempat antara 0 – 1,700 m di atas permukaan laut. Jahe memerlukan suhu tinggi serta curah hujan yang cukup saat masa pertumbuhannya. Suhu tanah yang ideal yaitu antara 25 - 30ºC. Untuk mendapatkan hasil rimpang yang baik, tanah harus dalam keadaan gembur agar akarnya berkembang dengan normal. Tanaman jahe ini tidak tahan genangan air sehingga irigasinya harus selalu diperhatikan (Hapsoh, 2011). Kandungan Jahe Merah : Jahe Merah (Zingiber officinale var. Rubrum) mempunyai banyak keunggulan dib...